Lompat ke isi

Butaritari

Butaritari
Peta Butaritari
Butaritari di Kiribati
Butaritari
Butaritari
Butaritari di Mikronesia
Butaritari
Butaritari
Butaritari di Oseania
Butaritari
Butaritari
Butaritari di Samudra Pasifik
Butaritari
Butaritari
Geografi
LokasiSamudra Pasifik
Koordinat3°10′04″N 172°49′33″E / 3.16778°N 172.82583°E / 3.16778; 172.82583 (Butaritari)
KepulauanKepulauan Gilbert
Luas13.49 km2
Titik tertinggi3 m
Pemerintahan
NegaraKiribati
Desa terbesyTaubukinmeang
Kependudukan
Penduduk3.224 jiwa (Sensus 2015)
Kepadatan322 jiwa/km2
Kelompok etnikI-Kiribati 90,6%
Peta

Butaritari adalah sebuah atol di negara kepulauan Kiribati di Samudra Pasifik. Atol ini berbentuk kira-kira segi empat. Bagian selatan dan tenggara atol terdiri atas pulau kecil yang hampir menyatu secara terus-menerus. Terumbu atolnya berkesinambungan tetapi hampir tidak memiliki pulau kecil di sepanjang sisi utara. Pulau kecil Bikati dan Bikatieta menempati sudut terumbu di ujung barat laut paling luar atol. Pulau-pulau kecil juga terdapat pada bagian terumbu di antara saluran-saluran di sisi barat.

Laguna Butaritari cukup dalam dan dapat menampung kapal-kapal besar, meskipun jalur masuknya relatif sempit. Atol ini merupakan yang paling subur di Kepulauan Gilbert, dengan tanah yang relatif baik (untuk ukuran atol) dan curah hujan yang tinggi. Atol Butaritari memiliki luas daratan 13,49 km2 (5,21 mil persegi) dan berpenduduk 3.224 jiwa pada 2015.

Selama Perang Dunia II, Butaritari dikenal oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat sebagai Atol Makin dan menjadi lokasi Pertempuran Makin. Secara lokal, Makin adalah nama sebuah atol terpisah tetapi yang paling dekat, sekitar 3 kilometer di timur laut Butaritari, namun cukup dekat sehingga dapat terlihat. Kedua atol ini berbagi dialek bahasa Gilbert yang sama.

Butaritari merupakan pulau kedua paling utara di Kepulauan Gilbert; sekitar 3 kilometer di timur lautnya terletak Makin. Butaritari disebut Atol Makin oleh militer Amerika Serikat, sedangkan Makin yang sekarang pada waktu itu dikenal sebagai Makin Meang (Makin Utara) atau Makin Kecil untuk membedakannya. Setelah Butaritari menjadi nama yang lebih umum digunakan untuk atol yang lebih besar, penutur biasanya menghilangkan penjelas tambahan pada nama Makin. Butaritari juga pernah dikenal sebagai Pulau Pitt, Pulau Taritari, atau Pulau Touching.

Atol ini berbentuk kira-kira segi empat dan membentang hampir 30 km ke arah timur–barat, dengan lebar rata-rata sekitar 15 km dari utara ke selatan. Terumbunya lebih banyak terendam dan terpecah menjadi beberapa saluran lebar di sepanjang sisi barat. Pulau-pulau kecil terdapat pada bagian terumbu di antara saluran-saluran tersebut. Terumbu atol berkesinambungan tetapi hampir tidak memiliki pulau kecil di sepanjang sisi utara. Di sudut timur laut, lebar terumbu sekitar 1,75 km dan hanya memiliki perkembangan pulau kecil yang tersebar. Karena itu, laguna Butaritari sangat terbuka terhadap pertukaran air dengan samudra. Laguna ini cukup dalam dan dapat menampung kapal-kapal besar, meskipun jalur masuknya relatif sempit.

Bagian selatan dan tenggara atol terdiri atas pulau kecil yang hampir menyatu secara terus-menerus, hanya terputus oleh satu bagian terumbu antar-pulau yang lebar. Pulau-pulau kecil ini umumnya memiliki lebar antara 0,2 km hingga 0,5 km, tetapi menjadi lebih lebar di daerah tempat arah terumbu berubah. Rawa mangrove berkembang dengan baik di daerah-daerah tersebut serta di sepanjang pantai selatan laguna. Pulau-pulau kecil yang sempit memang merupakan ciri khas atol di Kiribati yang memanjang dari timur ke barat.

Pulau kecil Bikati dan Bikatieta menempati sudut terumbu di ujung barat laut paling luar atol, berbatasan dengan sebuah laguna kecil di sebelah utara laguna utama. Terdapat sebuah desa di pulau Bikati yang lebih besar (berukuran sekitar 2 × 0,5 km).[1]

Isu lingkungan

[sunting | sunting sumber]

Rembesan air laut ke dalam lubang-lubang tempat babai (Cyrtosperma merkusii atau talas rawa raksasa) ditanam menjadi kekhawatiran utama penduduk pulau. Masalah erosi diidentifikasi berkaitan dengan penambangan agregat, reklamasi lahan, serta pembangunan jalan penghubung (causeway) yang diduga mengubah arus di sepanjang garis pantai. Pembangunan causeway juga mengakibatkan berkurangnya sirkulasi air di laguna sehingga kadar oksigen menjadi rendah, yang pada gilirannya merusak stok ikan di laguna dan menimbulkan berbagai masalah biologis lainnya. Penambangan agregat dan pengambilan bongkahan karang semakin memperparah erosi pantai.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "2. Butaritari" (PDF). Office of Te Beretitent - Republic of Kiribati Island Report Series. 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 28 April 2015.
  2. Dr Temakei Tebano & others (September 2008). "Island/atoll climate change profiles - Butaritari Atoll". Office of Te Beretitent - Republic of Kiribati Island Report Series (for KAP II (Phase 2). Diarsipkan dari asli tanggal November 6, 2011. Diakses tanggal 28 April 2015.