Kemiripan keluarga
Kemiripan keluarga (Jerman: Familienähnlichkeit) adalah sebuah gagasan filsafat yang dipopulerkan oleh Ludwig Wittgenstein, dengan penjelasan paling dikenal terdapat dalam bukunya yang diterbitkan secara anumerta, Philosophical Investigations (1953).[1] Gagasan ini menyatakan bahwa hal-hal yang mungkin dianggap terhubung oleh satu ciri esensial yang sama mungkin sebenarnya terhubung oleh serangkaian kemiripan yang saling tumpang tindih, di mana tidak ada satu pun ciri yang dimiliki oleh semua anggota kelompok. Permainan (games), yang digunakan Wittgenstein sebagai contoh untuk menjelaskan gagasan tersebut, telah menjadi contoh paradigmatik dari suatu kelompok yang hubungan anggotanya ditentukan oleh kemiripan keluarga.
Telah diusulkan bahwa Wittgenstein memperoleh gagasan dan istilah ini dari Friedrich Nietzsche, yang menggunakannya—sebagaimana dilakukan banyak filolog abad ke-19—ketika membahas keluarga bahasa.[2]
Gambaran umum
[sunting | sunting sumber]Kemunculan pertama istilah kemiripan keluarga ditemukan pada Arthur Schopenhauer (1788–1860; The World As Will and Representation §§17, 27, 28) yang mengaitkan istilah tersebut dengan aliran yang dikembangkan oleh Friedrich Wilhelm Joseph von Schelling (1775–1854). Sebagaimana telah ditunjukkan,[3] sasaran polemik Schopenhauer adalah Henrik Steffens (1773–1845), murid Schelling. Kemunculan berikutnya tampak dalam sebuah catatan tahun 1930, yang mengomentari gagasan Oswald Spengler.[4]
Gagasan itu sendiri muncul luas dalam karya-karya akhir Wittgenstein, dan dalam Investigations, konsep tersebut diperkenalkan sebagai tanggapan terhadap pertanyaan-pertanyaan mengenai bentuk umum proposisi dan hakikat bahasa—pertanyaan yang sangat sentral dalam karier filsafat Wittgenstein. Hal ini menunjukkan bahwa kemiripan keluarga memiliki peran penting dalam filsafat akhir Wittgenstein; tetapi, seperti banyak gagasannya, sulit menemukan kesepakatan pasti dalam literatur sekunder mengenai posisi konsep ini dalam pemikiran Wittgenstein atau makna filosofisnya yang lebih luas.
Sejak publikasi Investigations, gagasan kemiripan keluarga telah dibahas secara luas tidak hanya dalam literatur filsafat, tetapi juga, misalnya, dalam karya-karya tentang klasifikasi, di mana pendekatan ini disebut "politetik", dibedakan dari pendekatan tradisional yang kini dikenal sebagai "monotetik". Teori prototipe merupakan perkembangan baru dalam ilmu kognitif yang juga mengeksplorasi gagasan ini. Seiring meningkatnya popularitas konsep tersebut, kemunculan-kemunculan terdahulunya kembali ditemukan, misalnya dalam taksonomi abad ke-18, dalam tulisan-tulisan Lev Vygotsky atau Władysław Tatarkiewicz.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Wittgenstein, Ludwig; Anscombe, G. E. M. (2004). Philosophical investigations: the German text, with a rev. English translation (Edisi 3. ed., 50th anniversary commemorative ed., repr). Malden, MA: Blackwell. ISBN 978-0-631-23127-1.
- ↑ Sluga, Hans (2006-04-24). "Family Resemblance". Grazer Philosophische Studien. 71 (1): 1–21. doi:10.1163/18756735-071001003. ISSN 0165-9227.
- ↑ Di Maio (2023). "Somiglianze di famiglie — tra Wittgenstein e la "scuola schellinghiana"". Aesthetica Preprint: 27. doi:10.7413/0393-8522134.
- ↑ DeAngelis, William James (1994). "Wittgenstein and Spengler". Dialogue. 33 (1): 41–62. doi:10.1017/s0012217300038750. ISSN 0012-2173.
- ↑ Kornhauser, Jakub (2014-01-01). "Postawa surrealistyczna, czyli w stronę "nowej, krytycznej hermeneutyki"". Poznańskie Studia Polonistyczne. Seria Literacka (24): 55. doi:10.14746/pspsl.2014.24.4. ISSN 1233-8680.